Arti Seksualitas Dalam Mimpi
Apakah kita pernah bermimpi bercinta dengan mantan Anda, seseorang yang berjenis kelamin sama atau bahkan seseorang yang sebenarnya kita bahkan tidak suka di tempat kerja?
Mungkin kita pernah memimpikan tidur bersama seseorang di tempat kerja kita, seseorang yang belum pernah dekat dengan kita atau bahkan sama sekali tidak menarik bagi kita.
Biasanya hal-hal seperti mimpi itu dapat membuat gairah baru yang ditemukan dalam hidup, dan hal tersebut akan tercatat dalam akal bawah sadar kita.
Mengapa kita bermimpi?
Kualita tidur yang baik akan membantu kita mengulang fikiran bawah sadar kita secara fisik, impian secara emosional akan masuk kedalam fase tidur mimpi yang disebut Rapid Eye Movement (REM). Sistem ini bekerja atas emosi kita yang paling besar dan merekam impian kita sementara.
Terkadang mimpi kita tersebut melengkapi ingatan kita, terkadang dapat mengejutkan kita dan bahkan juga membuat kita kaget akan mimpi tersebut – seperti melakukan sex dengan seseorang yang tidak kita kenal sebelumnya.
Fase ini ingin kita untuk mengungkapkan dan membuka secara perlahan-lahan apa yang kita rasakan dalam mimpi itu. Memberikan bayang yang dapat membuat kita mempertanyakan mimpi kita dan mulai menganalisis diri, yang dapat dijadikan hal positif bagi kita.
Bagaimana kita mulai menafsirkan mimpi kita?
Pikirkan dengan hati-hati mengenai gambaran mimpi kita, dan perkirakan sesuau dalam mimpi kita yang masuk akal. Berikut rumusan yang dapat membantu menguraikan impian kita :
D (Detail) : Pikirkan apa yang lebih sering keluar dalam mimpi kita. Contohnya bermimpi akan binatang disekeliling kita yang dapat membuat kita menjadi bertambah seksi. Jika bermimpi seperti itu, maka mimpi tersebut dapat mewakili kerinduan kita untuk seks.
R (Recognition/Mengenali) : Apakah ada sesuatu yang kita kenali dalam mimpi kita? Pikirkan bahwa mimpi kita tersebut berada di suatu tempat yang kita kenal atau dengan seseorang yang kita kenal, karena semakin kita mengenalinya maka semakin dekat kita dengan kenyataan tersebut. Tapi jika semakin sedikit kita mengenali apa yang ada dalam mimpi kita ingatan mimpi kita akan perlahan memberikan sebuah pesan kedalam pikiran kita. Hal ini disebut “Unrecognisable Simbolisme”
E (Emosi) : Memikirkan kembali apa yang kita rasakan saat kita terbangun, dan emosi seperti apa yang kita rasakan pada mimpi itu? Apakah kita merasakan rangsangan seksual yang besar, atau kecemasan seksual, atau bahkan gairah seksual yang amat sanagt mendalam. Karena hal tersebut sangan penting sebagai acuan ingatan kita akan mimpi itu.
A (Action/Inaction) : Jika kita aktif dalam mengenali hal apa yang terjadi, itu menunjukan bahwa kita ingin mnegaskan pada diri kita apa kita benar-benar mengenali diri kita sendiri – seperti mengakui bahwa kita suka akan eksperimen yang berbeda-beda ketika di atas tempat tidur dengan pasangan kita. Atau jika sebaliknya kita pasif, maka dapat melambangkan bahwa kita tidak mempunyai keyakinan dalam hubungan seksual dengan pasangan kita.
M (Meaning/Makna) : Jika kita berpikir secara hati-hati apakah kita dapat menebak makna dari mimpi tersebut? Untuk mengetahuinya kita harus dalam keadaan rileks jangan tegang (santai), pikirkan kembali tentang mimpi seksual kita dan berpikiran terbuka akan simbolisme mimpi kita.
Artikel Mantaf Gan :
Tags: arti mimpi, bentuk seks dalam mimpi, gairah baru, gairah mimpi, gairah seksual, seks in dream
















